Mengurus dan Membuat Kartu digital BPJS Ketenagakerjaan yang hilang maupun rusak terbaru


Assalamualaikum sobat goblogger, ketemu lagi dengan admin yang senantiasa memberikan informasi yang bermanfaat untuk kalian semua yang sudah mengunjungi blog ini. Kali ini saya akan Membahas syarat klaim dana JHT bagi kalian yang kartu Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan hilang maupun rusak terbaru di tahun 2019. Dikatakan terbaru karena metode ini telah menggantikan cara lama yang saat ini sudah tidak perlu digunakan lagi.

Sebagaimana diketahui, dulu jika kartu Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) atau kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) kalian hilang, kalian wajib membuat surat keterangan hilang dari kepolisian ketika akan mengurus pencairan tabungan JHT kalian. Dan selain surat keterangan kehilangan tersebut, kalian juga wajib membuat surat keterangan dari perusahaan yang menerangkan bahwa kalian pernah bekerja di perusahaan tersebut dengan mencantumkan nomor referensi/peserta dan dilengkapi dengan kop surat dan stampel asli dari perusahaan.

Cara tersebut jelas merepotkan pihak pengguna BPJS Ketenagakerjaan Apalagi kalau ada perusahaan-perusahan yang tidak ramah kepada mantan karyawannya, mempersulit ketika sang mantan pekerja kembali ke perusahaan untuk mengurus sesuatu. Bener gak? Belum lagi kalau bekas perusahaan kalian bekerja tersebut ternyata sudah tutup tidak beroperasi lagi? Bagaimana cara meminta surat pernyataan pernah bekerja tersebut? Atau lokasi perusahaan yang cukup jauh dari tempat tinggal kalian sekarang, sehingga untuk menuju ke sana butuh ongkos yang lumayan menguras kantong.

Untungnya peraturan itu saat ini sudah tidak berlaku lagi. Sekarang mengurus klaim saldo JHT untuk peserta yang kehilangan kartu kepesertaan BPJS TK terbilang sangat mudah. Tidak perlu lagi bikin surat kehilangan dari kantor polisi, juga tak perlu lagi buat surat keterangan dari HRD Perusahaan tempat kalian bekerja dulu. Cukup dengan cara mencetak sendiri kartu BPJS Ketenagakerjaan dari kartu digital yang terdapat di akun aplikasi BPJSTKu milik anda. Hasil print out atau cetak kartu digital tersebut sebagai pengganti kartu BPJSTK kalian yang hilang maupun rusak, dan memiliki fungsi yang sama dengan kartu aslinya, sehinggga bisa kalian gunakan untuk mengurus pencairan dana JHT milik kalian.

Cara mencetak kartu digital BPJS Ketenagakerjaan

Lalu bagaimana sih cara memiliki kartu digital BPJS Ketenagakerjaan, yang nantinya bisa dicetak sendiri untuk menggantikan kartu asli yang hilang? Berikut tahap demi tahap langkah-langkahnya:

1. Download dan install BPJSTKu Apk dari Google Playstore jika kalian menggunakan android dan App Store kalau pengguna iPhone.

2. Buka aplikasi tersebut untuk proses registrasi akun.

3.Klik pendaftaran pengguna BPJSTKu. Bisa juga langsung klik Login, kemudian pilih buat akun baru.

4. Masukkan alamat email kalian

5. Cek inbox e-mail kalian, akan ada pesan dari BPJS Ketenagakerjaan berisi 6 angka kode verifikasi.

6. Kembali ke aplikasi, masukkan kode verifikasi yang diterima di email tadi.

7. Selanjutnya pada halaman Pilih Jenis Kepesertaan, klik PU atau Penerima Upah.

8. Berturut-turut silahkan kalian masukkan nama lengkap, tanggal lahir dan NIK sesuai dengan KTP kalian.

9. Masukkan nomor KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau no kartu BPJS Ketenagakerjaan kalian.

10. Masukkan nomor handphone kalian yang masih aktif karena untuk verifikasi.

11. Cek kotak masuk SMS di HP anda, akan ada kiriman kode verifikasi dari BPJSTK.

12. Kembali lagi ke aplikasi dan masukkan kode verifikasi yang diterima via SMS tadi.

13. Buat kata sandi untuk yang nantinya digunakan untuk ke akun BPJS Ketenagakerjaan kalian

14. Di halaman utama aplikasi BPJSTKu, tekan menu Kartu Digital

15. Klik gambar kartu BPJS Ketenagakerjaan yang muncul. Klik sekali lagi gambar kartunya.

16. Di layar akan terpampang gambar kartu digital BPJS TK milik kalian. Terdapat dua pilihan di sana, apakah kartu digital tersebut ingin anda kirim ke email atau disimpan di galeri. Untuk lebih mudahnya klik saja simpan ke galeri

17. Cek di galeri ponsel kalian. Jika file kartu digitalnya sudah ada di sana, kalian bisa langsung print jika kalian punya alat printer sendiri. Atau bisa ke tukang fotokopi, warnet, toko komputer, rental komputer, studio foto, dan tempat-tempat lainnya yang menyediakan jasa percetakan. Untuk pencetakannya silahkan gunakan kertas HVS atau kertas foto dan wajib dicetak pakai tinta berwarna. Lalu gunting sesuai ukuran kartu BPJS Ketenagakerjaan yang asli. Boleh juga dilaminating supaya terlihat lebih rapi.

Seperti itulah prosedur mencetak mandiri kartu BPJS Ketenagakerjaan dari layanan kartu digital di akun aplikasi BPJSTKu sebagai pengganti jika kartu Jamsostek/BPJS TK asli hilang

Lengkapi dokumen persyaratan lain

Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang kalian print sendiri tersebut sudah bisa kalian gunakan untuk mencairkan uang JHT kalian. Tapi tentunya kalian wajib melengkapi berkas-berkas atau dokumen persyaratan klaim JHT BPJSTK yang lainnya. Dokumen-dokumen tersebut antara lain:

- KK (Kartu Keluarga).
- KTP elektronik.
- Buku rekening tabungan atas nama kalian.
- Paklaring/surat pengalaman kerja/surat referensi/surat rekomendasi jika kalian berhenti bekerja karena risen.
- Surat keterangan Pemberhentian Kerja jika kalian berhenti bekerja karena PHK.
- Surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima untuk kalian yang berhenti bekerja karena habis kontrak.
- Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) apabila saldo JHT kalian di atas lebih Rp 50.000.000.

Jangan lupa pastikan nama lengkap dan tanggal lahir kalian di semua dokumen tersebut adalah sama antara berkas yang satu dengan berkas yang lainnya. Selain nama dan tanggal lahir, alamat yang tertera di e-KTP juga harus sama dengan alamat yang tercantum di Kartu Keluarga.

Penuhi syarat-syarat untuk BPJS Ketenagakerjaan

Selain syarat-syarat dokumen di atas, untuk bisa berhasil mencairkan duit JHT anda juga harus sudah memenuhi syarat dan kriteria berikut ini:

- Sudah melewati masa tunggu minimal satu bulan setelah berhenti bekerja.
- Pada saat mengajukan pencairan, anda belum bekerja lagi di perusahaan manapun alias masih menganggur.
- KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan sudah tidak aktif. Jika kepesertaan masih terdeteksi aktif, dana JHT anda belum bisa dicairkan meskipun sudah tidak bekerja.

Proses pencairan dana JHT

Kalau sudah memiliki cetakan kartu digital BPJS Ketenagakerjaan, semua dokumen-dokumen persyaratan lainnya juga sudah lengkap, serta telah memenuhi persyaratan kriterianya, selanjutnya kalian tinggal melakukan proses klaim.

Untuk proses pencairannya, ada beberapa alternatif yang bisa kalian pilih sesuai keinginan kalian. Bisa dicairkan secara manual dengan mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat dari kota tempat tinggal kalian atau di mana saja. Karena klaim JHT sudah menggunakan sistem online, jadi pencairannya bisa kalian lakukan di kantor cabang mana saja seluruh Indonesia. Tidak harus kantor cabang yang sesuai alamat KTP kalian.

Akan tetapi, untuk klaim dana JHT manual di Kacab BPJS TK ini, kalian wajib booking atau daftar antrian secara online terlebih dahulu. Tidak boleh ujuk-ujuk datang sebelum berhasil mendapatkan kode booking lewat registrasi antrian online. Jika ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan tanpa registrasi antrian terlebih dahulu, pengajuan klaim JHT kalian tidak akan dilayani.

Jika malas dengan sistem antrian online yang diterapkan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, kalian bisa mengurus pencairan saldo JHT di Kantor Cabang Perintis (KCP) BPJSTK. Di kantor cabang perintis, kalian tidak perlu mendaftar antrian secara online terlebih dahulu untuk mencairkan dana JHT. Kalian bisa langsung datang membawa seluruh berkas-berkas persyaratannya.

Namun mengurus klaim JHT di Kantor cabang perintis, proses cairnya dana kalian akan sedikit lebih lama dibandingkan jika kalian mengurus di kantor cabang utama. Hal ini karena berkas-berkas klaim kalian. oleh karena itu kantor cabang perintis masih akan dikirim ke kantor cabang utama untuk proses pencairannya.

Selain di kantor cabang perintis BPJS ketenagakerjaan, kalian juga bisa mengajukan klaim dana JHT tanpa antrian online di SPO bank-bank yang telah bekerjasama sama dengan BPJS TK. Dan hampir mirip dengan klaim di KCP, mengurus pencairan via bank juga akan sedikit lebih lama dana JHT kalian masuk ke dalam rekening. Pasalnya dokumen-dokumen klaim JHT kalian, oleh pihak bank juga masih akan diberikan ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk persetujuan klaimnya.

Dan tak hanya klaim secara manual lewat kantor cabang, di KCP, dan di SPO bank, dana JHT kalian juga bisa diurus pencairannya secara online menggunakan layanan E-klaim JHT yang ada di website BPJS ketenagakerjaan. Caranya dengan mengirim berkas-berkas persyaratan klaim JHT anda dalam bentuk file alias di-scan. Selanjutnya anda akan mendapat email undangan ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk verifikasi berkas-berkas yang asli, dan juga untuk proses pencairannya.

Demikian cara terbaru mencairkan uang Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek bagi kalian yang mengalami kehilangan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2019. Bagaimanapun juga, tabungan JHT adalah hak kalian sebagai pekerja, yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari iuran perusahaan dan ditambah dari potongan gaji kalian setiap bulan selama bekerja. Jadi kalian berhak mengambilnya meskipun kartu BPJSTK hilang maupun rusak.

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa share di sosial media kalian supaya teman-teman lainnya mengetahui informasi berharga ini. Wassalam

Tags : Kartu digital BPJS, BPJS Ketenagakerjaan,

0 Response to "Mengurus dan Membuat Kartu digital BPJS Ketenagakerjaan yang hilang maupun rusak terbaru"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel