Tata cara mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek tanpa paklaring

Assalamualaikum sobat goblogger, kalian pasti tahu yang namanya Paklaring? Yapz, paklaring yaitu sebuah surat keterangan yang berisi pernyataan bahwa seseorang pernah bekerja di suatu tempat dengan posisi/jabatan tertentu dan masa kerja tertentu. Nah, kali ini admin goblogger akan memberikan sebuah pembahasan mengenai tata cara mencairkan saldo JHT Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan tanpa Paklaring. Seharusnya, saat sobat berhenti bekerja pada suatu  perusahaan, sobat berhak dibuatkan Paklaring atau surat pengalaman kerja/surat rekomendasi dari perusahaan. Berkas tersebut memang sangat penting, karena merupakan salah satu dokumen persyaratan untuk mengambil dana JHT. Tanpa Paklaring, saldo JHT Jamsostek akan sulit cair.

memang tidak bisa dipungkiri, masih banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ketika keluar kerja tidak diberikan Paklaring dengan berbagai penyebab. Ada yang karena kerjanya belum sampai setahun sudah berhenti, sehingga perusahaan menganggap karyawan tersebut tidak layak diberi Paklaring. Ada yang desersi berhenti kerja begitu saja tanpa membuat surat pengunduran diri, sehingga jelas saja perusahaan tidak menerbitkan Paklaring. Ada yang mungkin pernah memiliki Paklaring, tapi kemudian hilang entah kemana. Dan berbagai penyebab lainnya.

Karena Paklaring atau Surat Rekomendasi dari perusahaan merupakan salah satu syarat wajib untuk mencairkan JHT, jika tidak punya ataupun hilang, maka mau tidak mau harus mendatangi perusahaan tempat bekerja kalian dulu. Meminta dibuatkan Paklaring atau surat rekomendasi untuk klaim JHT. Kalau lokasi perusahaannya jauh, mungkin sobat bisa meminta lewat telepon, kemudian nanti Paklaring yang sudah jadi dikirim lewat pos.

Begitu pentingnya keberadaan paklaring di dalam proses penarikan uang JHT, sehingga seumpama hilang, Paklaring tidak bisa digantikan dengan surat keterangan hilang dari kepolisian. Dan juga sebaiknya jangan mencoba mengelabui pihak BPJS Ketenagakerjaan dengan membuat Paklaring palsu, yang biasanya melalui jasa calo pencairan JHT, karena kalau ketahuan kita bisa berurusan dengan hukum.

Lalu bagaimana kalau perusahaan sudah tidak ada lagi alias sudah tutup? Bagaimana cara mengurus Paklaringnya?

Jika memang benar perusahaan sudah benar-benar tutup dan beroperasi lagi, barulah kalian bisa mencairkan saldo JHT walau tanpa Paklaring. Sebagai gantinya kita wajib membuat surat pernyataan di atas materai yang isinya menyatakan:


1. Kita sebagai pekerja sudah benar-benar berhenti bekerja.

2. Perusahaan sudah benar-benar tutup.

3. Belum mengajukan pencairan JHT.

4. Bila memungkinkan silakan menyertakan fotokopi ID Card/Kartu Karyawan sewaktu kita masih bekerja di perusahaan yang telah tutup tersebut.


Surat pernyataan tersebut dibuat di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdaftar.

Sekali lagi harap diperhatikan, cara ini hanya berlaku jika perusahaan sudah benar-benar tutup. Sudah tidak aktif lagi. Jika perusahaan masih beroperasi, sampai saat ini belum ada cara lain selain meminta dibuatkan Paklaring lagi di perusahaan yang bersangkutan.

Jikalau sudah membuat surat pernyataan di kantor BPJS TK, kalian bisa mengambil uang (Jaminan Hari Tua JHT) walau tidak punya Paklaring. Tapi tentu saja dengan melengkapi berkas-berkas persyaratan yang lainnya seperti:


1. Foto kopi Kartu peserta BPJSTK (Jamsostek) asli.

2. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga).

3. Foto kopi rekening tabungan atas nama pribadi, tidak boleh buku tabungan atas nama orang lain meskipun itu keluarga sendiri.

4. KTP elektronik asli beserta salinannya.


Seperti itulah prosedur cara mencairkan saldo JHT bagi peserta yang tidak memiliki Paklaring, dengan catatan perusahaan sudah benar-benar tutup. Selama perusahaan masih ada, JHT tidak bisa cair jika tanpa Paklaring.

Dan mengingat betapa pentingnya surat keterangan telah berhenti dari perusahaan untuk klaim JHT ini, untuk sobat yang sekarang masih bekerja, jika suatu saat nanti ingin berhenti kerja (resign), jangan lupa mengurus surat Paklaring, atau surat pengalaman kerja, atau surat rekomendasi. Intinya di dalam surat tersebut menerangkan kalian pernah bekerja di perusahaan tersebut dari tanggal sekian-sekian, dan sudah berhenti bekerja per tanggal sekian-sekian. Daripada nanti kalian kesulitan saat mau mengajukan pencairan JHT.

Sekian dulu tata cara mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan/jamsostek. Semoga bisa dipahami oleh semua yang membaca artikel diatas dan mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dalam penulisan bisa dimaklumi. Wassalam

2 Responses to "Tata cara mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek tanpa paklaring"

  1. terimakasih, cocok buat teman yang mau mencairkan dana bpjs

    ReplyDelete
  2. Sangat membantu sekali tentunya buat saya yang agak belum mengerti apa itu bpjs

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel