Jangan Bingung, Syarat-Syarat Terbaru Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Assalamualaikum sobat blogger, kali ini admin akan memberikan suatu pembahasan tentang pencairan dana JHT. Point penting bagaimana mencairkan BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek terbaru - Topik kali ini yang akan saya bahas di artikel pengalaman saya yang akan saya tulis sekarang. Sebab saya yakin, banyak peserta BPJSTK yang membutuhkan informasi bagaimana tata cara klaim saldo tabungan JHT (Jaminan Hari Tua) di tahun baru 2019 ini.

Sebenarnya hingga artikel ini ditulis, belum ada perubahan besar tentang persyaratan ataupun cara terbaru pencairan uang JHT di tahun 2019 ini. Prosedurnya masih mengacu pada peraturan nomor 46 yang telah resmi diberlakukan sejak 1 September 2015 lalu. Yang mana salah satu perubahan besar aturannya pada saat itu adalah untuk klaim JHT tidak perlu menunggu masa keanggotaan mencapai 5 tahun.

Berapa lama pun masa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, asal sudah memenuhi syarat dan ketentuan, berkas-berkas yang dibutuhkan lengkap dan data-datanya valid, saldo JHT dijamin cair seluruhnya alias 100%. Walaupun misalnya cuma baru bekerja beberapa bulan, yang penting saldo pada tabungan JHT sudah terisi, saldo tersebut bisa diklaim semuanya.


Namun memang di tahun 2019 ini ada sedikit perubahan aturan, namun perubahan tersebut khusus hanya untuk peserta yang mengklaim JHT karena sudah memasuki usia pensiun. Di mana sebelumnya usia pensiun yang ditetapkan adalah 56 tahun, nah mulai Januari 2019 ini usia pensiun naik menjadi 57 tahun.

Selain perubahan usia pensiun tersebut, di tahun 2018 lalu juga ada beberapa perubahan peraturan yang barangkali kalian belum mengetahuinya. Yang mana perubahan aturan tersebut tentu akan mempengaruhi prosedur pencairan JHT di tahun 2019 ini.

Perubahan-perubahan tersebut antara lain sudah tidak diberlakukannya Surat Tembusan dari Disnaker untuk peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri. dulu, peserta BPJS TK yang hendak klaim JHT wajib membawa berkas tambahan berupa foto kopi Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan yang telah dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat dan ditembuskan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini aturan tersebut sudah dihapus sehingga tidak berlaku lagi.

Kemudian pada Juli 2018 juga ada program baru yaitu layanan registrasi antrian online. Program ini diwajibkan bagi peserta yang hendak mengurus pencairan uang JHT secara langsung atau secara manual di kantor BPJSTK. Dan tidak berlaku untuk yang mengurus pencairan secara online melalui E-klaim JHT.

Tujuannya dari layanan registrasi no antrian secara online adalah supaya pencairan dana JHT lebih efektif, efisien dan fleksibel. Peserta tak perlu lagi datang terburu-buru pagi-pagi dan shubuh-subuh ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk berebut nomer antrean. Dengan adanya sistem booking no antrian via online tersebut, peserta bebas mengatur jadwalnya sendiri mau datang hari apa jam berapa terserah, selama masih jam kerja operasionalnya kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Selain layanan no antrian online, tahun kemarin juga diluncurkan kartu digital BPJS Ketenagakerjaan. Dengan layanan tersebut, peserta bisa mencetak sendiri seandainya kartu keanggotaannya rusak atau hilang. Jadi tidak perlu repot-repot bikin surat keterangan hilang dari kepolisian seperti dulu. Tinggal cetak sendiri dan bisa digunakan untuk mengurus klaim dana JHT.

Itulah beberapa perubahan mekanisme pencairan dana JHT di tahun 2019 ini. Semoga kalian bisa memahaminya dengan baik. Sehingga tidak ketinggalan informasi. Oke, sekarang lanjut ke apa saja syarat-syarat dan ketentuan untuk mengambil uang JHT.

Oh iya lupa, harap diingat, yang dibahas di artikel ini adalah tata cara mengambil dana JHT seluruhnya alias 100% untuk peserta yang sudah tidak bekerja. Karena saat ini, untuk peserta yang masih bekerja juga boleh menarik tabungan JHT-nya sebesar 10% atau 30%. Cara mengurus klaim untuk yang 10% atau 30% sudah kami bahas secara mendalam di artikel sebelumnya. Silahkan teman-teman cari dan baca jika ingin mengetahuinya.

Dan berikut kriteria peserta yang memenuhi syarat untuk mengambil seluruh (100%) tabungan Jaminan Hari Tua-nya:

1. Berhenti bekerja minimal 1 bulan. Baik itu karena mengundurkan diri, kontrak kerja telah selasai, atau berhenti kerja karena pemutusan hubungan kerja (PHK).

2. Pada saat mengajukan pencairan belum bekerja lagi pada perusahaan ataupun tempat-tempat kerja yang mendaftarkan pekerjanya pada program-program Badan Perlidungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK).

3. Kartu atau kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sudah benar-benar non aktif.

Namun pada beberapa kondisi tertentu, peserta boleh mencairkan semua uang JHT walau belum memenuhi syarat dan ketentuan di atas. Kondisi tersebut antara lain:

- Peserta yang sudah sampai pada usia - pensiun (57 tahun)
- Peserta yang akan pindah ke luar negeri dan tidak akan kembali lagi.
Peserta yang diterima menjadi TNI/POLRI.
- Peserta yang mengalami cacat permanen.
- Peserta yang sudah meninggal dunia (ahli waris yang mengurus proses pencairannya).

Ketentuan-ketentuan tersebut di atas adalah mutlak. Tidak akan ada kompensasi atas alasan apapun. Dan kalau sudah memenuhi kriteria yang telah disebutkan di atas, jangan lupa dengan berkas-berkas dokumen yang harus dilengkapi yaitu:

1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek)/Kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan yang Asli.

2. Paklaring/ Surat Rekomendasi/Surat Referensi/Surat Pengalaman Kerja/Surat Keterangan Telah Berhenti Bekerja. Wajib melampirkan yang asli dan salinannya satu lembar.

3. KTP elektronik alias E-KTP asli dan fotokopi selembar.

4. Kartu Keluarga (KK) Asli beserta fotokopinya satu lembar.

5. Buku Tabungan asli beserta salinannya satu lembar. Buku rekening tabungan harus milik peserta yang bersangkutan, tidak boleh milik orang lain meskipun itu keluarga sendiri.

6. Peserta yang saldo JHT-nya di atas 50 juta wajib membawa NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) baik yang asli dan fotokopinya.

Dan khusus bagi peserta yang berhenti kerja setelah tanggal 1 September 2015 karena habis kontrak dan di-PHK, selain berkas di atas juga wajib membawa dokumen tambahan berupa:

- Untuk yang habis masa kontrak, wajib melampirkan surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima.
- Sedangkan untuk yang dirumahkan atau PHK, wajib membawa bukti Pendaftaran Bersama yang dikeluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Tambahan berkas juga diperlukan untuk peserta dengan kondisi khusus lainnya:

Untuk kalian yang sudah mencapai usia pensiun (57 tahun), harus membawa surat keterangan dari perusahaan.Bagi yang ingin meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya, wajib membuat surat pernyataan bermaterai yang berisi pernyataan tidak akan bekerja lagi di wilayah NKRI. Juga wajib melampirkan passport dan visa bagi tenaga kerja WNI.Bagi peserta yang mengalami cacat total tetap, harus melampirkan surat keterangan cacat total tetap dari dokter.

Jika semua syarat dan ketentuan di atas sudah terpenuhi, lengkap tidak kurang satu pun, dijamin uang JHT akan cair seluruhnya. Tinggal diajukan pencairannya ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang anda inginkan. Tidak harus sesuai dengan alamat yang tertera di E-KTP maupun di Kartu Keluarga. Cari saja kantor Jamsostek yang terdekat. Sebab sistem operasional BPJS Ketenagakerjaan sudah online, jadi layanannya bisa diproses di kantor cabang manapun di seluruh Indonesia.

Untuk metode pencairannya sendiri ada beberapa cara yang bisa dipilih. Pertama bisa mengajukan pencairan via online melalui layanan e-Klaim JHT. Kedua bisa juga mencairkan JHT melalui bank-bank tertentu di daerah anda yang ditunjuk BPJS ketenagakerjaan. Dan yang ketiga mencairkan dana JHT dengan datang langsung ke kantor BPJSTK.

Nah untuk cara yang ketiga, yaitu mengurus pencairan JHT secara langsung atau manual di kantor BPJS TK, untuk beberapa kantor cabang kita bisa melakukan booking nomor antrian dulu secara online. Sehingga nantinya proses klaim bisa lebih efektif dan cepat. Tentang tata cara mendaftar no antrian online, serta daftar kantor-kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang sudah mendukung layanan booking antrian online ini, sudah kami bahas tuntas di artikel sebelumnya.

Jika sudah berhasil mendapatkan no antrian, langkah selanjutnya tinggal mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang anda pilih saat registrasi, dan datangnya juga harus sesuai dengan tanggal dipilih pada saat registrasi. Jangan lupa no antrian online tersebut diprint atau dicetak, untuk nanti diserahkan ke petugas security pada saat mendatangi kantor BPJSTK.

Nanti di kantor BPJSTK, tahap demi tahap pencairan JHT meliputi menyerahkan nomor antrian online yang telah dicetak tadi, mengambil formulir klaim JHT, mengisinya, ceklis kelengkapan berkas, kemudian memasukkannya bersama seluruh berkas persyaratan ke dalam box yang telah disediakan.

Setelah menunggu sesuai nomor antrian, nanti kita akan dipanggil untuk validasi berkas, sedikit wawancara, difoto, tanda tangan dan sidik jari.

Sampai disitu proses administrasi pengajuan klaim JHT sudah rampung. Kita sudah diperbolehkan pulang dan tinggal menunggu saldo tabungan JHT ditransfer ke rekening. Uang biasanya akan masuk dalam waktu 2 hingga 5 hari, atau bisa juga lebih. Tunggu saja sampai waktu maksimal yang dijanjikan petugas BPJSTK pada saat klaim. Jika lebih dari waktu diberikan, bisa menghubungi kantor BPJSTK tempat anda mengurus pencairan tersebut.


itulah cara dan persyaratan mencairkan dana JHT 2019 secara manual di kantor BPJS TK dengan memanfaatkan layanan antrian on-line. Jika tidak menggunakan layanan tersebut, tahapannya akan sedikit berbeda. Bahkan bisa saja gagal kalau datangnya terlambat sehingga tidak kebagian no antrian. Makanya, buat teman-teman yang ingin mengambil uang JHT secara manual di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, sebaiknya booking no antrian dulu lewat online, biar proses klaimnya cepat dan lancar.

Itulah informasi kami kali ini, semoga bisa membantu teman-teman yang berencana mengambil dana JHT dalam waktu dekat ini. Dan jangan lupa, dalam mengurus pencairan saldo JHT, anda wajib datang sendiri ke kantor BPJSTK. Klaim harus dilakukan oleh peserta yang bersangkutan. Tidak bisa diwakilkan kecuali bagi peserta yang mengalami cacat total tetap dan peserta yang sudah meninggal dunia.

Semoga bermanfaat apa yang saya bagikan untuk kalian semua dan mohon maaf bila ada yang salah dalam penulisan bisa dimaklumi. Wasalam

0 Response to "Jangan Bingung, Syarat-Syarat Terbaru Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel